
MEDIA24.COM – Anggota DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, mengungkapkan bahwa kurangnya akses permodalan dan rendahnya pemahaman digital marketing menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM di Kota Bekasi. Ia menekankan pentingnya pemerintah mengarahkan kebijakan pada optimalisasi ekonomi digital untuk mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Alit menyarankan pelatihan digital marketing menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi generasi muda. Ia juga menginisiasi program tenaga kerja mandiri yang akan diintegrasikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas UMKM.
Program ini menyasar pelaku usaha yang sudah berjalan tetapi kekurangan modal, serta warga yang memiliki potensi usaha namun belum memiliki permodalan. Bantuan akan menggunakan pola kelompok di tingkat RW, dengan setiap kelompok menerima bantuan modal sebesar Rp 20 juta untuk dikelola bersama.
Dengan demikian, Alit berharap UMKM di Kota Bekasi dapat berkembang dan meningkatkan ekonomi warga. (aldi)
